Tuesday, May 21, 2013
Thursday, January 31, 2013
Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak
Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.
Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik kepada Tempo.
Sunday, September 23, 2012
Resensi : Balita pun Hafal Al Qur'an

Judul Buku : Balita Pun Hafal Al-Qur’an
Penulis
: Salafuddin Abu Sayyid
Penerbit
: Tinta Medina (Tiga Serangkai) Solo
Al-Qur’an merupakan cahaya dan petunjuk untuk kehidupan
manusia, sebagaimna Allah jelaskan,“Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu bukti kebenaran dari Rabbmu, (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah
kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur’an).”(QS.
An-Nisa’: 174)
Subscribe to:
Posts (Atom)

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jinn ayat 14:
… Barangsiapa menerima Islam maka sungguh-sungguh telah tepat pilihannya atas jalan yang benar.
Meskipun seseorang telah mengambil keputusan realistis memilih Islam, tidaklah serta merta ia bisa meng-klaim bahwa dirinya pasti akan masuk surga, sebagaimana klaim orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Dimasukkannya seseorang kedalam Surga hanyalah atas rahmat Allah SWT. Para ahli surga digambarkan Allah SWT didalam surat Al-Imran ayat 107 sbb:
dan bagi mereka yang wajahnya menjadi putih bersih, merekalah yang akan berada dalam rahmat (surga) Allah, mereka itu kekal didalamnya.
Pada ayat ini kata Rahmat digunakan sebagai kata-ganti untuk Surga untuk mengingatkan kita bahwa masuknya seseorang kedalam Surga adalah karena rahmat yang terbesar dari Allah SWT.
Sungguhpun demikian, Allah SWT juga memberi petunjuk kepada kita dengan Al-Qur’an bagaimana ciri-ciri orang yang patut sebagai ahli surga. Ciri-ciri ini disebutkan didalam Surat Al-Mu’minun dan Surat Al-Ma’arij. Perhatikanlah Surat Al-Ma’arij ayat 19~21.
Pertama, Allah SWT menggambarkan sifat manusia secara umum. Allah SWT berfirman:
Sebagian besar manusia berwatak sangat tergesa-gesa (tidak sabar), ketika mereka dihadapkan pada kemalangan/kesulitan mereka berputus asa. Ketika kesulitannya telah digantikan dengan kelapangan/ nikmat mereka tidak memenuhi hak-hak orang lain dan hak-hak Allah.